BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perpustakaan merupakan wadah yang dibutuhkan oleh setiap tingkatan pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Perpustakaan ini didirikan agar kegiatan belajar-mengajar yang digariskan dalam kurikulum dapat berjalan dengan lancar. Adapun para pemakai perpustakaan perguruan tinggi adalah orang-orang yang berada dalam lingkungan perguruan tinggi, yaitu dosen, karyawan, dan yang terutama adalah para mahasiswa.
Salah satu layanan yang diberikan adalah pengadaan bahan-bahan pustaka yang menunjang kurikulum, dengan harapan para mahasiswa dapat mempertinggi daya serap dan penalaran proses pendidikan, Sementara para dosen dapat memperluas cakrawala pengetahuannya dalam kegiatan mengajar. Demikian pula dengan para karyawan selain dosen, perpustakaan diharapkan dapat membantu mereka untuk lebih menghayati tugasnya masing- masing. Namun, dalam kenyataannya, perjalanan perpustakaan perguruan tinggi tidaklah semulus yang diharapkan.
Beberapa hal yang sering menghambat fungsi perpustakaan perguruan tinggi adalah (1) Terbatasnya ruang perpustakaan di samping letaknya yang kurang strategis. Banyak perpustakaan yang hanya menempati ruang sempit, tanpa memperhatikan kesehatan dan kenyamanan, (2) Keterbatasan bahan pustaka, baik dalam hal jumlah, variasi maupun kualitasnya, (3) Terbatasnya jumlah petugas perpustakaan (pustakawan), (4) Kurangnya promosi penggunaan perpustakaan menyebabkan tidak banyak mahasiswa yang mau memanfaatkan jasa layanan perpustakaan. Kurangnya ajakan untuk mengunjungi perpustakaan menjadikan mahasiswa merasa asing terhadap perpustakaan.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perpustakaan perguruan tinggi yang layak sebaiknya dilengkapi dengan koleksi-koleksi yang memadai, tenaga pengelola yang profesional, dan lain sebagainya.
Berdasarakan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan mahasiswa ke perpustakaan.
1.2. Perumusan Masalah
Uraian pada latar belakang menjelaskan bahwa perpustakaan sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses belajar mengajar. Untuk itu masalah yang akan dibahas pada penelitian ini adalah :
1. Adakah pengaruh antara jumlah koleksi perpustakaan terhadap kunjungan mahasiswa.
2. Adakah pengaruh antara kenyamanan perpustakaan terhadap kunjungan mahasiswa.
1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini berdasarkan pada permasalahan di atas adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh koleksi perpustakaan terhadap kunjungan mahasiswa
2. Untuk mengetahui pengaruh kenyamanan perpustakaan terhadap kunjungan mahasiswa.
1.4. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai :
1. Sarana aplikasi tentang metologi penelitian yang telah dipelajari, khususnya mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan mahsiswa ke perpustakaan.
2. Sebagai sumber saran kepada pihak politeknik MBP dalam mengelola perpustakaan sebagai sarana proses belajar mengajar.
3. Sebagai bahan bacaandan referensi bagi pihak-pihak yang membutuhknnya dan masyarakat luas.
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Perpustakaan
Dalam bahasa Indonesia istilah “perpustakaan” dibentuk dari kata dasar pustaka ditambah awalan “per” dan akhiran ”an”. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia perpustakaan diartikan sebagai “kumpulan buku-buku (bahan bacaan). Dalam bahasa Inggris disebut “library yang berarti perpustakaan.
Menurut IFIA (International Federation of Library Associations and Institutions) Perpustakaan merupakan kumpulan bahan tercetak dan non tercetak dan atau sumber informasi dalam komputer yang tersusun secara sistematis untuk kepentingan pemakai.
Menurut Sutarno (2003;7), Perpustakaan adalah suatu ruangan, bagian dari gedung/bangunan, atau gedung itu sendiri, yang berisi buku-buku koleksi, yang disusun dan diatur sedemikian rupa sehingga mudah dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk pembaca.
Menurut Larasati (1991;17), Perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dengan cara tertentu untuk digunakan secara berkesinambungan oleh pemakainya sebagai sumber informasi.
Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik suatu kesimpulan pengertian perpustakaan secara umum adalah suatu unit kerja yang berupa tempat mengumpulkan, menyimpan dan memelihara koleksi pustaka baik buku-buku ataupun bacaan lainnya yang diatur, di organisasikan dan di administrasikan dengan cara tertentu untuk memberi kemudahan dan digunakan secara kontinyu oleh pemakainya sebagai informasi.
Dalam lampiran keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tertanggal 11 Maret No. 0103/0/1981 jenis-jenis perpustakaan meliputi:
a. Perpustakaan Nasional
Berkedudukan di ibukota negara, berfungsi sebagai perpustakaan defosit nasional dan terbitan asing dalam ilmu pengetahuan sebagai koleksi nasional, menjadi pusat bibiografi nasional, pusat informasi dan referensi serta penelitian, pusat kerjasama antar perpustakaan di dalam dan di luar negeri.
b. Perpustakan Wilayah
Berkedudukan di ibukota provinsi, sebagi pusat kerja sama antar perpustakaan di wilayah provinsi, menyimpan koleksi bahan pustaka yang menyangkut provinsi, semua terbitan di wilayah, pusat penyelenggaraan pelayanan referensi, informasi dan penelitian dalam wilayah provinsi menjadi unit pelaksana teknis pusat pembinaan perpustakaan.
c. Perpustakaan Umum
Menjadi pusat kegiatan belajar, pelayanan informasi, penelitian dan rekreasi bagi seluruh lapisan maysrakat.
d. Perpustakaan Keliling
Berfungsi sebagai perpustakaan umum yang melayani masyarakat yang tidak terjangkau oleh pelayanan perpustakaan umum.
e. Perpustakaan Sekolah
Berfungsi sebagi pusat kegiatan kegiatan belajar-mengajar, pusat penelitian sederhana, pusat baca, guna menambah ilmu pengetahuan dan rekreasi.
f. Perpustakaan Perguruan Tinggi
Berfungsi sebagai sarana kegiatan belajar-mengajar, penelitian dan pengabdian masyarakat dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
g. Perpustakaan Khusus/Dinas
Berfungsi sebagai pusat referensi dan penelitian serta sarana untuk memperlancar tugas pelaksanaan instansi/lembaga yang bersangkutan.
Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa perpustakaan perguruan tinggi adalah suatu unit kerja dari sebuah lembaga perguruan tinggi yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka penunjang proses pendidikan yang diatur secara sistematis untuk digunakan secara berkesinambungan sebagai sumber informasi untuk mengembangkan dan memperdalam pengetahuan, baik oleh pendidik maupun mereka yang dididik di perguruan tinggi tersebut.
2.2. Tujuan dan Fungsi Perpustakaan Pada Perguruan tinggi
Pemakai perpustakaan perguruan tinggi terbatas, yakni para mahasiswa, dosen dan karyawan perguruan tinggi yang bersangkutan. Dengan pengadaan bahan pustaka yang menunjang kurikulum, diharapkan mahasiswa mendapat kesempatan untuk mempertinggi daya serap dan penalaran dalam proses pendidikan, sedangkan kepada dosen diharapkan dapat memperluas cakrawala pengetahuannya dalam kegiatan mengajar. Demikian pula bagi para karyawan yang bukan dosen, perpustakaan dapat membantu mereka untuk lebih menghayati tugasnya masing-masing di lingkungan pendidikan sehingga semakin dapat berperan. Dengan pengetahuan yang memadai, orang tidak merasa rendah diri, sekaligus dari perpustakaan itu mereka juga memperoleh hiburan yang sehat. Jadi “tujuan perpustakaan perguruan tinggi adalah untuk mempertinggi daya serap dan kemampuan mahasiswa dalam proses pendidikan serta membantu memperluas cakrawala pengetahuan guru/karyawan dalam lingkungan pendidikan.
Menurut Yusup (1991;13), fungsi perpustakaan perguruan tinggi adalah sebagai berikut :
1. Fungsi Edukasi
Dalam hal ini jelas, bahwa tugas pokok Perpustakaan Perguruan Tinggi ialah menunjang program Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah bersifat edukasi. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa, cara belajar mahasiswa pada sebuah perguruan tinggi lebih bersifat serba aktif, hal ini terlihat dengan adanya kegiatan belajar terstruktur dan belajar mandiri sebagai tuntutan dari sistem SKS ( Sistem Kredit Semester ). Peranan dosen dalam hal ini bukan “mengajar” mahasiswa lagi , tetapi lebih tepat “ membelajarkan” mahasiswa. Seorang mahasiswa lebih dituntut untuk membaca sebanyak mungkin bahan bacaan yang ada di perpustakaan, terutama bahan bacaan yang berhubungan dengan mata kuliah yang sedang di tempuh. Terkadang tidak mengherankan bila ada Mahasiswa yang lebih banyak tahu dari Dosennya. Ini sering terjadi dan merupakan kenyataan dimana seorang dosen terkadang kewalahan menghadapi mahasiswa yang bertipe agresif karena banyak membaca.
2. Fungsi Informasi
Peranan perpustakaan, disamping sebagai sarana pendidikan juga berfungsi sebagai pusat informasi. Diharapkan perpustakaan dapat memenuhi kebutuhan informasi sang pemakai (user). Terkadang memang tidak semua informasi yang dibutuhkan oleh pengguna dapat dipenuhi, karena memang tidak ada perpustakaan yang dapat memenuhi semua kebutuhan informasi pemakai. Untuk itu dibutuhkan peran pustakawan yang bisa memberikan arahan kemana sebaiknya mencari informasi yang dibutuhkan. Misalnya dengan menggunakan layanan rujukan dan media Internet.
3. Fungsi Riset ( penelitian )
Salah satu fungsi dari Perpustakaan Perguruan Tinggi adalah mendukung pelaksanaan riset yang dilakukan oleh civitas akademika melalui penyediaan informasi dan sumber-sumber informasi untuk keperluan penelitian pengguna. Informasi yang di peroleh melalui perpustakaan dapat mencegah terjadinya duplikasi penelitian. Kecuali penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian yang berkelanjutan. Oleh karena itu, melalui fungsi riset diharapkan karya-karya penelitian yang dilakukan oleh civitas akademik akan semakin berkembang.
4. Fungsi Rekreasi
Perpustakaan disamping berfungsi sebagai sarana pendidikan, juga berfungsi sebagai tempat rekreasi. Tentunya rekreasi yang dimaksud disini bukan berarti jalan-jalan untuk liburan, tetapi lebih berhubungan dengan ilmu pengetahuan. seperti dengan cara menyajikan koleksi yang menghibur pembaca misalnya bacaan humor, cerita perjalanan hidup seseorang, novel, dan membuat kreasi keterampilan.
2.3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Perpustakaan Perguruan Tinggi
Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi terhadap pemanfaatan perpustakaan perguruan tinggi adalah:
1. Minat baca
Faktor minat mahasiswa sangat menentukan terhadap pemanfaatan perpustakaan perguruan tinggi, karena adanya kesadaran pribadi mahasiswa sebagai pendorong jiwanya untuk memanfaatkan perpustakaan perguruan tinggi demi kelancaran studinya, Hal ini menunjukkan bahwa minat merupakan kecenderungan jiwa seseorang.
Dengan adanya minat mahasiswa terutama dalam hal membaca buku-buku yang tersedia di perpustakaan perguruan tinggi maka dengan sendirinya perpustakaan perguruan tinggi tersebut turut membantu terhadap kelancaran aktivitas belajar mahasiswa. Karena bagaimanapun kelengkapan, baik sarana dan fasilitas yang ada pada perpustakaan perguruan tinggi tidak akan bermanfaat sebagaimana yang diinginkan kalau tidak ada minat mahasiswa untuk memanfaatkannya terutama minat baca mahasiswa terhadap buku-buku perpustakaan.
2. Tenaga Pengelola
Faktor ini sangat memegang peranan yang sangat menentukan berhasil tidaknya sebuah perpustakaan. Oleh karena itu untuk membuat perpustakaan bermanfaat sesuai dengan tugas, fungsi dan tujuannya. Maka para pengelola, penyelenggara bisa menyadari akan kepentingan dan kedudukan perpustakaan bagi pelajar, memahami keperluan mahasiswa dan kemudian menguasai liku-liku kegiatan dan teknik pekerjaan perpustakaan itu sendiri. Menurut Larasati (1991;76), Seorang pengelola perpustakaan tidak cukup hanya dibekali keahlian teknis dan pengetahuan yang memadai tentang ilmu keperpustakaan, melainkan harus memiliki kemampuan mental tertentu.
Seorang petugas perpustakaan harus memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap pengelolaan perpustakaan agar misi yang ditanggung oleh perpustakaan dapat dicapai. Maka sungguh diharapkan bahwa seorang petugas perpustakaan pertama-tama adalah pencinta buku, atau terlebih lagi pencinta ilmu pengetahuan.
Kecintaan akan buku dan ilmu pengetahuan akan membuat orang antusias untuk terus menambah koleksi, mengusahakan agar semakin banyak orang bisa menikmati dan menggunakannya, mengusahakan orang yang membutuhkan informasi dengan mudah dan dengan segera menemukan yang dibutuhkannya. Seorang pustakawan yang sejati tidak akan senang melihat ruang perpustakaan sunyi, sepi dan buku-buku perpustakaan rapi dan teratur dan bersih yang berarti tidak pernah dimanfaatkan.
Untuk menjadi pustakawan perlu memenuhi persyaratan tertentu, antara lain menguasai kurikulum dengan kegiatan perpustakaan. Pustakawan hendaknya mampu menyebarluaskan misi dan pencapaian tugas perpustakaan serta membina dan meningkatkan minat baca mahasiswa.
Dengan adanya kecakapan dan pengetahuan serta moral para pengelola perpustakaan perguruan tinggi, maka dengan sendirinya pengelolaannya juga akan baik sehingga akan menunjang terhadap kelancaran proses belajar di perguruan tinggi.
3. Koleksi Perpustakaan
Menurut Larasati (1991;55), bahwa fungsi perpustakaan adalah berusaha memberikan pelayanan kepada lembaga pendidikan agar kegiatan belajar mengajar yang digariskan dalam kurikulum dapat berjalan dengan lancar. Sesuai dengan maksud itulah maka perpustakaan harus dapat menyediakan segala keperluan peralatan yang menunjang pengajaran yang dilaksanakan di lembaga pendidikan baik berupa buku-buku pegangan, buku-buku pelengkap dan sebagainya maupun bahan-bahan pengajaran lainnya seperti alat peraga.
Mengenai koleksi yang berupa buku, maka suatu perpustakaan paling tidak memerlukan buku-buku pegangan wajib mahasiswa, buku-buku pelengkap pelajaran mahasiswa dan buku-buku pegangan bagi dosen dalam mengajar.
Oleh sebab itu segala bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan harus dapat menunjang proses belajar mengajar, maka dalam pengadaan bahan pustaka hendaknya mempertimbangkan kurikulum perguruan tinggi, serta selera para pembaca yang dalam hal ini adalah mahasiswa.
Bahan-bahan yang diperlukan untuk koleksi perpustakaan selain buku-buku adalah majalah, surat kabar, kliping, bahan-bahan stensilan, pamplet-pamplet dan alat peraga lainnya seperti peta dan sebagainya.
Bagi perguruan tinggi yang bonafit seperti kebanyakan di negara-negara maju maka perpustakaan telah menggunakan hasil-hasil teknologi tinggi sebagai koleksi perpustakaan seperti micro film, slide proyektor, movie proyektor, selain buku-buku.
Namun yang penting bagi perpustakaan perguruan tinggi adalah menyediakan buku-buku wajib, buku-buku pelengkap pelajaran, ada buku pegangan dosen, dan bahan-bahan pengajaran lainnya yang dapat mencukupi kebutuhan dan kepantingan bagi lancarnya proses pendidikan dan pengajaran di perguruan tinggi tersebut. Yang perlu diperhatikan adalah memilih koleksi pustaka, karena tidak semua buku penunjang pendidikan yang diharapkan tercapai, Bahkan tidak jarang terdapat buku-buku yang justru menghambat proses pendidikan yang hendak dicapai.
Di sinilah perlu kerja sama yang erat antara petugas perpustakaan dengan para dosen terutama buku-buku yang hendak diadakan menyangkut bidang studi. Dengan cara ini pemilihan koleksi akan lebih objektif dan efesien.
4. Motivasi Dosen
Motivasi adalah kondisi psikologis yang mendorong untuk melakukan sesuatu. Menurut Donald dalam Sardiman (1998;73), motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.
Ada dua jenis motivasi, yaitu:
a. Motivasi Intrinsik
Jenis motovasi ini timbul sebagai akibat dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan dari orang lain, tetapi atas kemampuan sendiri.
b. Motivasi Ekstrinsik
Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar.
Sehubungan dengan pemanfaatan perpustakaan, maka motivasi dosen adalah merupakan salah satu faktor yang turut mempengaruhi, karena tanpa adanya motivasi yang diberikan oleh dosen untuk memanfaatkan perpustakaan dalam aktivitas belajarnya mahasiswa akan terpacu untuk meningkatkan aktivitas belajarnya.
Motivasi dosen ini perlu diperhatikan, karena untuk membangkitkan atau menggairahkan mahasiswa terhadap perpustakaan diperlukan bantuan dosen, menurut Conny (1990;10), bahwa dosen hendaknya berperan sebagai pendorong, motivasi, agar motif-motif positif dibangkitkan dan atau ditingkatkan dari dalam diri anak.
Motivasi yang diberikan oleh dosen di sini bukan hanya dalam membangkitkan gairah mahasiswa terhadap perpustakaan, namun juga bisa diberikan dengan penugasan yang mengharuskan mereka memanfaatkan bahan perpustakaan juga memberikan motivasi untuk gemar membaca.
5. Gedung dan Fasilitas Perpustakaan
Mengenai keadaan gedung perpustakaan ini yang harus diperhatikan adalah letak, jumlah ruangan dan tata ruangannya, yang perlu diperhatikan untuk mendirikan perpustakaan yaitu:
a. Letak
Perpustakaan berada di tengah-tengah tempat berlangsungnya kegiatan lembaga pendidikan, sehingga mudah dicapai dari segala arah.
b. Konstruksi/ keadaan gedung
Mampu menahan berat perabot dan isinya, tahan api dan tahan bakar, cukup banyak celah untuk memungkinkan memberi penerangan secara alamiah dan tanpa banyak tiang serta penyekat.
c. Pengaturan ruangan
Tergantung dari luas serta bentuk ruangan, dan demi kemudahan pelayanan, tetapi haruslah diperhatikan juga segi-segi arsistik, kenyamanan ventilasi, kesegaran ruangan dan keasriannya.
Selain gedung, fasilitas perpustakaan merupakan hal yang penting, yang dimaksudkan adalah segala perkakas yang digunakan dalam penyelenggaraan perpustakaan selain buku-buku dan bahan pustaka. Perlengkapan atau fasilitas ini meliputi rak buku, rak surat kabar, rak majalah, kabinet gambar, meja sirkulasi, lemari atau kabinet katalog, papan display, papan pengumuman, meja baca dan perlengkapan lainnya yang digunakan secara tidak langsung.
Selain kelengkapan fasilitas perpustakaan tersebut, yang perlu diperhatikan adalah penataan ruangan perpustakaan sehingga memberikan kelancaran bagi pengelola dalam menyelenggarakan perpustakaan, juga pemakai perpustakaan pada umumnya. Dengan demikian maka keadaan gedung serta fasilitas perpustakaan ini juga turut menunjang terhadap kelancaran aktivitas belajar mahasiswa karena mahasiswa mudah untuk memanfaatkannya dengan baik.
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut sugiono (2001;23), penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara variabel satu dengan variabel yang lain.
3.2. Lokasi, Subjek dan Objek penelitian
Penelitian ini dilakukan di Politeknik MBP Medan yang beralamat di jalan Letjend Djamin Ginting Nomor 285-287 Medan, Sumatera Utara. Subjek penelitian adalah sesuatu, baik orang, benda ataupun lembaga (organisasi), yang sifat-keadaannya (“attribut”-nya) akan diteliti. Dengan kata lain subjek penelitian adalah sesuatu yang di dalam dirinya melekat atau terkandung objek penelitian. Dalam penelitian ini subjek penelitian adalah perpustakaan di Politeknik MBP Medan. Dan objek penelitian adalah mahasiswa politeknik MBP.
3.2 Populasi dan Sample
Penelitian ini dilakukan terhadap seluruh mahasiswa Politeknik MBP Medan, sehingga jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 789 orang.
KELAS JUMLAH
AB-3A 32
AB-3B 18
AB-4A 28
AB-5A 31
AB-5B 20
EA-1.09 9
EB-1.07 36
EB-1.08 32
EB-1.09 29
HM-3.1 5
ME-3.1 32
ME-3.3 21
ME-3.5 20
BK-1A 24
BK-3A 28
BK-5A 49
AK-1A 38
AK-1B 34
AK-3A 34
AK-3B 31
AK-3C 34
AK-5A 33
AK-5B 33
AK-5C 15
EKK-3.1 27
EKK-3.3 26
EKK-3.5 19
T.SIPIL-3.1 4
BDTH-3.1 4
BDTH-3.3 8
BDTH-3.5 6
ABPT-3.1 15
ABPT-3.5 6
TOTAL MAHASISWA POLITEKNIK MBP MEDAN 789
Menurut Slovin (2008), Sample penelitian dapat dihitung dengan rumus seperti dibawah ini :
n = N/1+Ne2
Dimana:
n = Sample
N = Populasi
e = Tingkat kesalahan ( 10% )
n = 789/1+(789*0.12)
n = 789/8.89
n = 88 orang
Sesuai hasil diatas maka sample yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 88 orang.
3.3 Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Menurut sugiyono (2001;8), Data primer adalah data yang didapat dari pihak pertama baik individu atau perorangan. Data primer ini berupa hasil jawaban responden yang terpilih sebagai sample terhadap kuesioner yang telah disebarkan.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Teknik Kuesioner, yaitu penulis memberikan beberapa pertanyaan terhadap responden yang berkaitan langsung dengan penelitian ini. Pertanyaan terlampir.
3.5. Metode Analisa Data
Analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori, dan suatu uraian dasar.
Penelitian ini menggunakan deskriptif yaitu dengan cara mengumpulkan data yang diperoleh dari responden dari hasil jawaban kuesioner dan kemudian data tersebut ditabulasikan. Dari hasil tabulasi tersebut kemudian diambil kesimpulan dengan menggunakan persentase.
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji kecenderungan faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan mahasiswa ke perpustakaan terhadap mahasiswa politeknik MBP Medan yang meliputi koleksi buku dan kenyamanan perpustakaan.
Sample penelitian ini adalah mahasiswa politeknik MBP Medan, pemilihan sample dilakukan secara acak dan pengambilan data dilakukan dengan kuesioner yang terdiri atas beberapa pertanyaan.
4.2. Hasil
Pada bab ini akan diuraikan hasil penelitian dari data-data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner yang telah disebarkan yaitu sebanyak 88 copy terhadap 88 responden terpilih.(hasil kuesioner terlampir)
Hasil jawaban responden dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.1
Tanggapan responden atas pernyataan bahwa koleksi buku perpustakaan
Sudah memadai
Pernyataan
No Ya Tidak Tidak tahu
1 17 65 6
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan koleksi buku perpustakaan politeknik MBP sudah memadai adalah 19,31 % menjawab ya, 73,87 % menjawab tidak dan 6,82 % manjawab tidak tahu.
Tabel 4.2
Tanggapan responden atas pernyataan bahwa koleksi perpustakaan berpengaruh terhadap minat baca mahasiswa
Pernyataan
No Ya Tidak Tidak tahu
2 61 22 5
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan bahwa koleksi perpustakaan berpengaruh terhadap minat baca mahasiswa adalah 69,32 % menjawab ya, 25 % menjawab tidak dan 5,68 % menjawab tidak tahu.
Tabel 4.3
Tangapan responden atas pernyataan bahwa koleksi buku perpustakaan membantu proses belajar mahasiswa
Pernyataan
No Ya Tidak Tidak tahu
3 60 16 4
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan bahwa koleksi buku perpustakaan membantu proses belajar mahasiswa adalah 68,18 % menjawab ya, 18,18 menjawab tidak dan 4,54 % menjawab tidak tahu.
Tabel 4.4
Tanggapan responden atas pernyataan bahwa perpustakaan sudah nyaman sebagai ruang baca
Pernyataan
No Ya Tidak Tidak tahu
4 30 44 14
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan bahwa perpustakaan sudah nyaman sebagai ruang baca adalah 34,10 % menjawab ya, 50 % menjawab tidak dan 15,90 % menjawab tidak tahu.
Tabel 4.5
Tanggapan responden atas pernyataan bahwa pustakawan cukup ramah
Pernyataan
No Ya Tidak Tidak tahu
5 34 48 6
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan bahwa pustakawan cukup ramah adalah 38,64 % menjawab ya, 54,54 % menjawab tidak dan 6,82 % menjawab tidak tahu.
Tabel 4.6
Tanggapan responden atas pernyataan bahwa letak perpustakaan cukup strategis untuk dikunjungi
Pernyataan
No Ya Tidak Tidak tahu
6 10 76 2
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan bahwa letak perpustakaan cukup strategis untuk dikunjungi adalah 11,36 % menjawab ya, 86,36 % menjawab tidak dan 2,27 % menjawab tidak tahu.
Tabel 4.7
Tanggapan responden atas pernyataan bahwa meja baca diperpustakaan sudah layak menurut saya
Pernyataan
No Ya Tidak Tidak tahu
7 49 36 3
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan bahwa meja baca diperpustakaan sudah layak menurut saya adalah 55,68 % menjawab ya, 40,91 % menjawab tidak dan 3,41 % menjawab tidak tahu.
Tabel 4.8
Tanggapan responden atas pernyataan bahwa perpustakaan sudah memperhatikan kesehatan pengunjungan di perpustakaan
Pernyataan
No Ya Tidak Tidak tahu
8 33 44 11
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan bahwa perpustakaan sudah memperhatikan kesehatan pengunjung di perpustakaan adalah 37,5 % menjawab ya, 50 % menjawab tidak dan 12,5 % menjawab tidak tahu.
4.3. Pembahasan
Berdasarkan tabel 4.1, tabel 4.2, tabel 4.3, tabel 4.4, tabel 4.5, tabel 4.6, tabel 4.7, tabel 4.8 dapat disimpulkan bahwa koleksi buku diperpustakaan masih harus ditambah lagi baik dalam hal jumlah maupun variasinya karena dari hasil penelitian ini diperoleh data bahwa 69,32 % dari responden menyatakan setuju bahwa koleksi buku diperpustakaan sangat berpengaruh terhadap minat baca mahasiswa dan 68,18 % setuju bahwa koleksi perpustakaan dapat membantu mahasiswa dalam proses belajar di politeknik MBP medan.
Tabel diatas juga menyimpulkan bahwa sikap pustakawan yang kurang ramah, letak perpustakaan yang tidak strategis sehingga sulit untuk dicapai dan perpustakaan yang kurang memperhatikan kesehatan pengunjungnya baik dari ventilasi udara dan pencahayaan di ruang baca sampai ruang perpustakaan yang sempit membuat mahasiswa merasa tidak nyaman berada diruang perpustakaan.
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Perpustakaan adalah salah satu wadah untuk menyalurkan minat baca seseorang terutama mahasiswa, untuk itu maka perpustakaan yang baik seharusnya mempunyai banyak bahan pustaka yang dapat membantu mahasiswa dalam menyalurkan minat baca dan membantu mereka dalam proses belajar.
Perpustakaan hendaknya juga memperhatikan kenyamanan para pengunjungnya karena sesuai dengan fungsi perpustakaan yang tidak hanya sebagai sarana pendidikan tetapi juga sebagai tempat rekreasi bagi mahasiswa dalam menghilangkan kejenuhan dari suasana belajar yang ada.
Sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kunjungan mahasiswa ke perpustakaan, koleksi buku diperpustakaan hendaknya sesuai dengan kurikulum yang berlaku di lembaga pendidikan tersebut agar dapat membantu mahasiswa dalam proses belajarnya.
5.2 Saran
Sebagai wadah yang dibutuhkan oleh setiap tingkatan pendidikan dan berperan penting dalam membantu mahasiswa untuk mencari informasi terutama dalam bidang pendidikan yang sedang dijalankan maka perpustakaan politeknik MBP Medan hendaknya memiliki jumlah buku yang cukup memadai baik dalam jumlah maupun variasinya sesuai dengan kebutuhan mahasiswanya, dalam hal ini semua jurusan yang terdaftar di politeknik MBP Medan seperti yang terlampir dalam sub judul populasi dan sample.
Perpustakaan politeknik MBP Medan seharusnya juga memperhatikan lokasi dan kenyaman para pengunjungnya. Lokasi perpustakaan yang sulit dijangkau oleh pengunjung membuat perpustakaan di politeknik MBP Medan menjadi kurang populer, kenyamanan pengunjung juga merupakan sesuatu hal yang penting dan harus mendapatkan perhatian, ruangan yang sejuk, tata ruang yang baik serta alunan musik santai akan membuat mahasiswa sebagai pengunjung perpustakaan merasa nyaman dan mampu menghabiskan banyak waktu di perpustakaan.